PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan adalah segala usaha yang dilakukan untuk mengubah perilaku.
Perubahan perilaku tersebut mencakup kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Peranan pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia, tanpa pendidikan
apalah jadinya manusia.
Mengingat pentingnya pendidikan pemerintah Republik Indonesia
mencanangkan program pendidikan 9 tahun yang terdiri dari pendidikan Sekolah
Dasar selama 6 tahun dan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama selama 3 tahun.
Pendidikan di Sekolah Dasar dimulai sejak anak berusia 6 tahun.
Dalam pendidikan
pendidik memegang peranan yang sangat penting. Sedikitnya
terdapat tiga kata yang dapat menjadikan seorang pendidik penting, tidak saja
dalam pembelajaran di kelas, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat. Tiga kata
tersebut sekaligus menjadikan sifat dan karakteristik pendidik, yakni kreatif,
professional, dan menyenangkan. (Mulyasa, 2008 : iii-iv).
Pendidik
harus kreatif dalam memilah dan memilih, serta mengembangkan materi-materi yang
akan ditransfer kepada peserta didik untuk membentuk kompetensi yang sesuai
dengan karakteristik peserta didik. Pendidik harus professional didalam
melaksanakan tugasnya bukan sekedar mengajar dan mentransferkan
pengetahuan-pengetahuan yang dimilkinya akan tetapi ia juga harus jeli di dalam
menggunakan metode agar dalam kegiatan pembelajaran dapat berlangsung efektif
dan efesien untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Profesionalisme
guru merupakan sebuah kebutuhan dalam dunia pendidikan, seiring dengan
meningkatnya persaingan yang sangat ketat dalam era globalisasi seperti
sekarang ini. Diperlukan orang-orang yang benar-benar ahli dibidangnya, sesuai
dengan kapasitas yang dimilikinya agar dapat memaksimalkan kinerjanya, seorang
pendidik merupakan profesi yang menuntut kecakapan dan keahlian (Nazarudin,
2009:69).
Tujuan
pembelajaran merupakan tuntutan profesi pendidik, untuk itu pendidik sebaiknya
mampu menilai kinerjanya. Sebagai pendidik dalam mengajar dikelas, dimana
kinerjanya tersebut berkaitan erat dengan kualitas intsruksional yang dimilki
pendidik dalam mengajar. Sehubungan dengan menilai dan memperbaiki kinerjanya,
maka seorang pendidik dirasa perlu untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) untuk meningkatkan keberhasilan
dalam kegiatan pembelajaran (Wardani, 2007:4.4).
Ditinjau dari beberapa
hal, hasil kompetensi siswa yang dibuktikan dengan keberhasilan menyelesaikan
soal-soal test. Kemampuan pendidik dalam menyajikan materi diupayakan dengan
kata-kata yang mudah dicerna para siswa dan penggunaan metode yang relevan
dengan materi, penggunaan media pembelajaran, kemampuan melibatkan secara
aktif, pemberian kesempatan yang maksimal kepada siswa untuk bertanya dan
menjawab pertanyaan terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat
peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Melalui
mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara
Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta
damai.
Di masa yang akan datang peserta
didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu
mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang
untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap
kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis (Depdiknas,
2006).
Pembelajaran IPS
di kelas VI SD Negeri 1 Raman Jaya dirasakan kurang berhasil. Disamping cakupan
materi yang terlalu luas, pola pembelajaran guru masih bersifat konvensional
sehingga motivasi belajar siswa rendah. . Hal tersebut terlihat dari
hasil tes yang dilaksanakan, dari 23 siswa yang mengikuti tes hanya terdapat 5
siswa atau hanya 21,74 % yang lulus KKM yang telah ditetapkan yaitu sebesar 65, karena itu
perlu perbaikan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Menurut
Fatturohman dan Sutikno (2010:20) fungsi dari motivasi adalah sebagai
pendorong, pengarah, dan sekaligus sebagai penggerak perilaku seseorang untuk
mencapai tujuan. Guru merupakan faktor yang penting untuk mengusahakan
terlaksananya fungsi-fungsi tersebut dengan cara terutama memenuhi kebutuhan
siswa. Berdasarkan pendapat tersebut maka untuk menjawab permasalahan yang
dihadapi tersebut diadakan penelitian perbaikan pembelajaran IPS di Kelas VI SD
N 1 Raman Jaya pada materi pembagian administrasi wilayah Indonesia dengan
menggunakan media LCD. Karena salah satu strategi menumbuhkan motivasi belajar
siswa adalah menggunakan media yang baik serta sesuai dengan tujuan
pembelajaran (Fatturohman dan Sutikno, 2010).
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkann
uraian di atas, maka dapat diidentifikasi beberapa permasalahan dalam PTK ini
yaitu sebagai berikut :
a.
Siswa lebih banyak berbicara sendiri dalam
pembelajaran.
b.
Sebagian siswa diam tapi tidak memperhatikan
pelajaran.
c.
Perhatian siswa pada materi pembelajaran sangat
kurang.
d.
Media pembelajaran yang digunakan kurang
menarik.
e.
Metode pembelajaran konvensional tidak
menyesuaikan dengan materi.
2. Analisis Masalah
Dalam menentukan analisis masalah, peneliti
melakukan wawancara dan diskusi dengan teman sejawat. Dalam analisis masalah
tersebut diperoleh hal-hal sebagai
berikut :
a.
Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran
tidak menumbuhkan minat siswa agar lebih aktif belajar.
b.
Selama menjelaskan guru kurang dalam bertanya.
c.
Guru kurang melibatkan siswa aktif dalam
kegiatan belajar mengajar.
d.
Guru kurang menguasai cara menggunakan metode
e.
Siswa merasa bosan dengan metode yang digunakan
f.
Guru tidak menggunakan media dalam pembelajaran
sehingga pembelajaran tidak menarik.
3. Alternatif
dan Pemecahan Masalah
Agar motivasi
belajar siswa meningkat maka guru perlu memperbaiki atau mengganti metode yang
digunakan, bertanya pada siswa, melibatkan siswa, menguasai metode yang
digunakan, dan memilih media yang tepat dalam pembelajaran.
Untuk alternatif
tindakan yang dilaksanakan sebagai pemecahan masalah maka guru menggunakan
metode diskusi dan media LCD dalam maningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI
SD Negeri 1 Raman Jaya pada mata pelajaran IPS materi pembagian administrasi
wilayah Indonesia.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka
dapat dirumuskan masalah yang menjadi fokus perbaikan ini yaitu :”Bagaiman meningkatkan
motivasi belajar siswa kelas VI SD N 1 Raman Jaya pada mata pelajaran IPS
materi pembagian administrasi wilayah Indonesia melalui media LCD?”.
C.
Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Dalam penelitian
perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan memiliki tujuan untuk :
1.
Mendeskripsikan cara menggunakan media LCD dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi pembagian
administrasi wilayah Indonesia di kelas VI SD N Raman Jaya.
2.
Menganalisis dampak penggunanaan media LCD dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi pembagian
administrasi wilayah Indonesia di kelas VI SD N Raman Jaya.
D.
Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Dari hasil penelitian yang
peneliti lakukan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk:
1.
Mengefektifkan
pembelajaran dengan menggunakan media LCD.
2.
Mengefektifkan
pembelajaran sehingga meningkatkan motivasi belajar siswa.
3.
Meningkatan
hasil belajar siswa.
Selain manfaat secara umum di
atas manfaat yang diharapkan dapat dicapai adalah :
a.
Bagi
Pendidik :
1)
Sebagai
umpan balik untuk memperbaiki pembelajaran dengan menggunakan metode yang tepat
untuk menentukan efektivitas dan efesiensi pembelajaran.
2)
Untuk
meningkatkan kompetensi pendidik agar berkembang secara professional.
b.
Bagi
Peserta didik :
1)
Meningkatkan
motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS.
2)
Meningkatkan
hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
3)
Melatih
siswa menyelesaikan masalah dan bekerjasama dalam kelompok.
4)
Melatih
siswa berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
c.
Bagi
Sekolah :
Meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dan daya tarik
tersendiri bagi sekolah.





