Tuesday, March 8, 2016

PENELITIAN TINDAKAN KELAS IPS

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pendidikan adalah segala usaha yang dilakukan untuk mengubah perilaku. Perubahan perilaku tersebut mencakup kognitif, afektif, dan psikomotorik. Peranan pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia, tanpa pendidikan apalah jadinya manusia.
Mengingat pentingnya pendidikan pemerintah Republik Indonesia mencanangkan program pendidikan 9 tahun yang terdiri dari pendidikan Sekolah Dasar selama 6 tahun dan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama selama 3 tahun. Pendidikan di Sekolah Dasar dimulai sejak anak berusia 6 tahun.
Dalam pendidikan pendidik memegang peranan yang sangat penting. Sedikitnya terdapat tiga kata yang dapat menjadikan seorang pendidik penting, tidak saja dalam pembelajaran di kelas, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat. Tiga kata tersebut sekaligus menjadikan sifat dan karakteristik pendidik, yakni kreatif, professional, dan menyenangkan. (Mulyasa, 2008 : iii-iv).
Pendidik harus kreatif dalam memilah dan memilih, serta mengembangkan materi-materi yang akan ditransfer kepada peserta didik untuk membentuk kompetensi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pendidik harus professional didalam melaksanakan tugasnya bukan sekedar mengajar dan mentransferkan pengetahuan-pengetahuan yang dimilkinya akan tetapi ia juga harus jeli di dalam menggunakan metode agar dalam kegiatan pembelajaran dapat berlangsung efektif dan efesien untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Profesionalisme guru merupakan sebuah kebutuhan dalam dunia pendidikan, seiring dengan meningkatnya persaingan yang sangat ketat dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Diperlukan orang-orang yang benar-benar ahli dibidangnya, sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya agar dapat memaksimalkan kinerjanya, seorang pendidik merupakan profesi yang menuntut kecakapan dan keahlian (Nazarudin, 2009:69).
Tujuan pembelajaran merupakan tuntutan profesi pendidik, untuk itu pendidik sebaiknya mampu menilai kinerjanya. Sebagai pendidik dalam mengajar dikelas, dimana kinerjanya tersebut berkaitan erat dengan kualitas intsruksional yang dimilki pendidik dalam mengajar. Sehubungan dengan menilai dan memperbaiki kinerjanya, maka seorang pendidik dirasa perlu untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk meningkatkan  keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran (Wardani, 2007:4.4).
Ditinjau dari beberapa hal, hasil kompetensi siswa yang dibuktikan dengan keberhasilan menyelesaikan soal-soal test. Kemampuan pendidik dalam menyajikan materi diupayakan dengan kata-kata yang mudah dicerna para siswa dan penggunaan metode yang relevan dengan materi, penggunaan media pembelajaran, kemampuan melibatkan secara aktif, pemberian kesempatan yang maksimal kepada siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis (Depdiknas, 2006).
Pembelajaran IPS di kelas VI SD Negeri 1 Raman Jaya dirasakan kurang berhasil. Disamping cakupan materi yang terlalu luas, pola pembelajaran guru masih bersifat konvensional sehingga motivasi belajar siswa rendah. . Hal tersebut terlihat dari hasil tes yang dilaksanakan, dari 23 siswa yang mengikuti tes hanya terdapat 5 siswa atau hanya 21,74 % yang lulus KKM yang telah ditetapkan yaitu sebesar 65, karena itu perlu perbaikan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Menurut Fatturohman dan Sutikno (2010:20) fungsi dari motivasi adalah sebagai pendorong, pengarah, dan sekaligus sebagai penggerak perilaku seseorang untuk mencapai tujuan. Guru merupakan faktor yang penting untuk mengusahakan terlaksananya fungsi-fungsi tersebut dengan cara terutama memenuhi kebutuhan siswa. Berdasarkan pendapat tersebut maka untuk menjawab permasalahan yang dihadapi tersebut diadakan penelitian perbaikan pembelajaran IPS di Kelas VI SD N 1 Raman Jaya pada materi pembagian administrasi wilayah Indonesia dengan menggunakan media LCD. Karena salah satu strategi menumbuhkan motivasi belajar siswa adalah menggunakan media yang baik serta sesuai dengan tujuan pembelajaran (Fatturohman dan Sutikno, 2010).
1.    Identifikasi Masalah
Berdasarkann uraian di atas, maka dapat diidentifikasi beberapa permasalahan dalam PTK ini yaitu sebagai berikut :
a.         Siswa lebih banyak berbicara sendiri dalam pembelajaran.
b.         Sebagian siswa diam tapi tidak memperhatikan pelajaran.
c.         Perhatian siswa pada materi pembelajaran sangat kurang.
d.        Media pembelajaran yang digunakan kurang menarik.
e.         Metode pembelajaran konvensional tidak menyesuaikan dengan materi.
2.    Analisis Masalah
  Dalam menentukan analisis masalah, peneliti melakukan wawancara dan diskusi dengan teman sejawat. Dalam analisis masalah tersebut  diperoleh hal-hal sebagai berikut :
a.         Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran tidak menumbuhkan minat siswa agar lebih aktif belajar.
b.         Selama menjelaskan guru kurang dalam bertanya.
c.         Guru kurang melibatkan siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
d.        Guru kurang menguasai cara menggunakan metode
e.         Siswa merasa bosan dengan metode yang digunakan
f.          Guru tidak menggunakan media dalam pembelajaran sehingga pembelajaran tidak menarik.
3.    Alternatif  dan Pemecahan Masalah
Agar motivasi belajar siswa meningkat maka guru perlu memperbaiki atau mengganti metode yang digunakan, bertanya pada siswa, melibatkan siswa, menguasai metode yang digunakan, dan memilih media yang tepat dalam pembelajaran.
Untuk alternatif tindakan yang dilaksanakan sebagai pemecahan masalah maka guru menggunakan metode diskusi dan media LCD dalam maningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI SD Negeri 1 Raman Jaya pada mata pelajaran IPS materi pembagian administrasi wilayah Indonesia.

B.       Rumusan Masalah
  Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah yang menjadi fokus perbaikan ini yaitu :”Bagaiman meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI SD N 1 Raman Jaya pada mata pelajaran IPS materi pembagian administrasi wilayah Indonesia melalui media LCD?”.

C.      Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Dalam penelitian perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan memiliki tujuan untuk :
1.    Mendeskripsikan cara menggunakan media LCD dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi pembagian administrasi wilayah Indonesia di kelas VI SD N Raman Jaya.
2.    Menganalisis dampak penggunanaan media LCD dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi pembagian administrasi wilayah Indonesia di kelas VI SD N Raman Jaya.

D.      Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk:
1.         Mengefektifkan pembelajaran dengan menggunakan media LCD.
2.         Mengefektifkan pembelajaran sehingga meningkatkan motivasi belajar siswa.
3.         Meningkatan hasil belajar siswa.
Selain manfaat secara umum di atas manfaat yang diharapkan dapat dicapai adalah  :
a.         Bagi Pendidik :
1)      Sebagai umpan balik untuk memperbaiki pembelajaran dengan menggunakan metode yang tepat untuk menentukan efektivitas dan efesiensi pembelajaran.
2)      Untuk meningkatkan kompetensi pendidik agar berkembang secara professional.
b.         Bagi Peserta didik :
1)        Meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS.
2)        Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
3)        Melatih siswa menyelesaikan masalah dan bekerjasama dalam kelompok.
4)        Melatih siswa berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
c.       Bagi Sekolah :
Meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dan daya tarik tersendiri bagi sekolah.