Thursday, June 9, 2016

11 tempat wisata di Jakarta nan megah

Jakarta merupakan kota yang tak pernah mati. kota ini sebagai Icon Republik Indonesia. Ada banyak warga Jakarta maupun pengunjung dari berbagai daerah Indonesia yang senang berkeliling kota ini. Ditopang infrastruktur kota yang modern, Anda dapat dengan mudah menemukan berbagai obyek wisata di Jakarta, dari wisata alam hingga buatan, destinasi historis, hingga aneka sarana hiburan bernuansa modern dan tempat nongkrong.
Kondisi demografis Jakarta yang heterogen serta kondisi daerah yang semakin padat dengan pemukiman hingga gedung-gedung pencakar langit, juga temperatur yang kian panas, tidaklah menyurutkan langkah wisatawan untuk sejenak melepas penat di sejumlah tempat wisata di ibukota Indonesia ini.

Tempat Wisata di Jakarta
Konotasi Jakarta sebagai kota yang semrawut, banjir, macet, dan segala permasalahan kota metropolitan memang tidak dapat dipungkiri. Tetapi, kota Jakarta tidaklah seburuk yang diduga. Destinasi wisatanya, kuliner Jakarta dan oleh-oleh khas Jakarta adalah sejumlah hal menyenangkan yang dapat Anda temui di kota metropolitan terbesar di Indonesia ini. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah sejumlah tempat wisata di Jakarta yang paling populer dikunjungi para penikmat perjalanan, baik domestik maupun mancanegara.
1. Monumen Nasional (Tugu Monas)
Inilah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki), didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Monumen yang dibangun oleh Presiden Soekarno ini bermahkotakan lidah api yang dilapisi lembaran emas.
Monas adalah tempat wisata di Jakarta yang paling populer, sekaligus pula salah satu kebanggaan Republik Indonesia. Monumen yang diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R.M. Soedarsono ini terbuka untuk umum setiap hari sejak jam 8 pagi hingga 3 sore, kecuali pada Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.

Monumen Nasional (Monas Jakarta) 

Di bagian dasar Monas, terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia pada kedalaman 3 meter. Museum ini berukuran luas 80 x 80 meter, dapat menampung pengunjung hingga 500 orang. Terdapat lift yang akan membawa Anda ke puncak Monas setinggi 115 meter, Anda dapat menyaksikan panorama Jakarta dari puncaknya. Kapasitas lift menampung paling banyak 11 orang sekali angkut dan pelataran puncak Monas maksimal dapat menampung hingga 50 orang.
Tiket masuk Tugu Monas adalah sebesar Rp 5 ribu per orang (dewasa), mahasiswa Rp 3 ribu, dan anak-anak Rp 2 ribu. Untuk menggunakan lift ke puncak Monas, Anda dapat membayar tiket lift sebesar Rp 10 ribu per orang (dewasa) atau mahasiswa Rp 5 ribu.

2. Kepulauan Seribu
Kepulauan Seribu, salah satu obyek wisata di Jakarta yang terdiri dari beberapa pulau kecil ini adalah spot menarik dari antara tempat wisata lain yang masuk propinsi DKI Jakarta.
Cakupan Kepulauan Seribu terdiri dari Pulau Harapan, Pulau Bidadari, Pulau Tidung, Pulau Pari, dan puluhan pulau lain. Sebagian besar di antaranya menawarkan suasana santai jika dikunjungi bersama keluarga.

Kepulauan Seribu
Di Kepulauan Seribu, ada banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan, mulai dari diving, snorkeling, atau sekedar berjalan-jalan menikmati sunset di kala senja. Ketersediaan sarana akomodasi yang baik di Kepulauan Seribu memudahkan pengunjung yang ingin lebih lama menkimati pengalaman wisatanya.

3. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Tak hanya populer bagi warga Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah atau TMII adalah pula destinasi populer bagi pengunjung dari luar Jakarta yang ingin berwisata di Jakarta. Taman Mini Indonesia Indah adalah tempat wisata menarik di Jakarta yang cocok dinikmati bersama keluarga. Hal ini terbukti dari ribuan pengunjung memadati tempat wisata ini, mayoritas terdiri dari anak-anak, kaum muda, dan orang tua.Ada banyak wahana menarik yang ditawarkan Taman Mini Indonesia Indah, seperti Kolam Renang Snow Bay, Taman Among Puro, tak ketinggalan pula Taman Ria Atmaja, Kereta gantung, serta puluhan wahana lain yang menarik. Disamping wahana, TMII juga menawarkan wisata bernuansa edukasi yang cocok untuk kemajuan pendidikan anak.

4. Taman Impian Jaya Ancol
Sempat populer dengan nama Taman Impian Jaya Ancol, destinasi wisata yang satu ini kini lebih familiar disebut Ancol Dreamland. Boleh jadi Ancol Dreamland adalah icon wisata di Jakarta mengingat dalam setiap harinya, destinasi ini tak pernah sepi dari pengunjung baik domestik maupun mancanegara.Serupa dengan Taman Mini Indonesia Indah, Ancol Dreamland termasuk tempat wisata di Jakarta yang cocok dikunjungi bersama keluarga.

Letak Ancol Dreamland cukup strategis sehingga mudah dijangkau dari berbagai arah. Dan seperti tempat wisata untuk keluarga pada umumnya, Ancol Dreamland menyajikan sejumlah wahana yang cocok dinikmati oleh semua golongan usia. Ada wahana Gelanggang Samudera, Dunia Fantasi, atau Sea World yang disukai kaum muda dan anak-anak. Tentu saja, Anda akan dikenai biaya lagi untuk menikmati wahana-wahana yang ada di Ancol Dreamland.
Adapun tiket masuk pintu gerbang Ancol adalah sebesar Rp 25 ribu serta tarif masuk kendaraan Rp 20 ribu (mobil) atau motor Rp 15 ribu.

5. Pulau Tidung
Diantara sekian banyak pulau kecil yang termasuk bagian dari Kepulauan Seribu, Pulau Tidung mungkin tempat wisata paling menarik untuk dikunjungi. Pulau ini memiliki garis pantai yang begitu teduh dan asri, membuat wisatawan betah berlama-lama singgah di pulau kecil ini. Dominasi suasana yang tenang dan nyaman tentunya sangat cocok untuk bersantai bersama teman, kerabat, dan keluarga.
Sebagai salah satu bagian dari wisata pantai Jakarta yang indah, Pulau Tidung menawarkan berbagai wahana air menarik seperti Jet Sky, Water Sport, Olahraga Kano, Banana Boat, dan masih banyak lagi. Bagi Anda yang hobi mengunjungi tempat wisata air di Jakarta, Pulau Tidung adalah satu destinasi favorit untuk liburan keluarga.

6. Dufan (Dunia Fantasi)
Dufan atau Dunia Fantasi adalah obyek wisata populer di Jakarta yang temasuk bagian dari Ancol Dreamland atau Taman Impian Jaya Ancol. Sesungguhnya luas area Dunia Fantasi ini tidak begitu besar, hanya sekitar 9 hektar. Namun, di dalamnya terdapat berbagai wahana menarik yang siap memanjakan para pengunjung.
Dunia Fantasi terbagi menjadi beberapa spot dengan background negara-negara besar di dunia, seperti hal-hal bernuansa Eropa, Amerika, dan Indonesia sendiri. Uniknya masing-masing spot ini dilengkap sejumlah wahana bermain yang cukup lengkap, seperti kolam renang ukuran besar dan berbagai fasilitas hiburan.

7. Kebun Binatang Ragunan
Kebun Binatang Ragunan yang berdiri sejak 1864 ini pada mulanya dikelola oleh perhimpunan penyayang Flora dan Fauna Batavia. Luas area tempat wisata di Jakarta yang satu ini sebesar 147 hektar dan memiliki lebih dari 2.000 ekor satwa. Kebun binatang Jakarta yang populer ini juga ditumbuhi lebih dari 50.000 pohon, membuat suasananya menjadi begitu sejuk dan nyaman.
Anak-anak sekolah mengenal satwa secara langsung di Kebun Binatang Ragunan.
Inilah salah satu tujuan wisata anak di Jakarta yang terkenal, memberikan edukasi dan pengenalan sejak dini bagi anak-anak terhadap kehidupan satwa secara langsung.Tiket masuk Kebun Binatang Ragunan hanya sebesar Rp 4 ribu (dewasa) per orang dan anak-anak Rp 3 ribu. Anda dapat mengajak putera-puteri untuk menaiki wahana dan satwa, seperti kuda tunggang, onta tunggang, kereta keliling, sepeda ganda, hingga menonton pentas satwa. Tetapi tentu saja, masing-masing wahana dan satwa tunggangan tersebut dikenai biaya.

8. Masjid Istiqlal
Inilah masjid terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara dengan desain arsitektural perpaduan dari arsitektur Indonesia, Timur Tengah, dan Eropa. Masjid nasional yang menjadi kebanggaan rakyat Indonesia ini berawal dari gagasan Menteri Agama RI saat itu, KH. Wahid Hasyim serta H. Anwar Tjokroaminoto. Kemudian oleh Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno, pembangunan masjid diprakarsai dengan pemancangan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal pada tanggal 24 Agustus 1961.
Nama “Istiqlal” berasal dalam bahasa Arab, artinya “Merdeka”. Masjid ini dibangun sebagai ungkapan dan bentuk rasa syukur bangsa Indonesia, yang atas berkat dan rahmat Tuhan YME telah terbebas dari tangan penjajah. Tahukah Anda, antara Masjid Istiqlal dan Geraja Katedral Jakarta berada dalam lokasi yang sangat dekat. Hal ini dimaksudkan oleh Presiden Soekarno sebagai lambang semangat persaudaraan, persatuan, dan toleransi beragama di Indonesia sesuai Pancasila.
Masjid Istiqlal memiliki arsitektur modern, dinding dan lantainya berlapis marmer dan dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat, serta mampu menampung lebih dari 200 ribu jamaah. Rancang bangun masjid kebanggaan Indonesia ini diarsiteki oleh Frederich Silaban, seorang penganut agama Kristen Protestan, dengan karya desain masjid bersandi Ketuhanan.

Saat ini, kunjungan wisatawan ke Masjid Istiqlal tak pernah sepi. Selain sebagai tempat ibadan, masjid ini adalah pula objek wisata religi di Jakarta yang terkenal, pusat pendidikan, serta pusat aktivitas syiar Islam.

9. Gereja Katedral Jakarta
Inilah gereja Katolik tertua di Jakarta yang dibangun pada tahun 1901 dengan gaya arsitektural neo-gotik sebagaimana yang dapat ditemukan di daratan Eropa. Di gereja ini, terdapat museum dengan sekitar 400 koleksi barang.
Beberapa koleksi yang terkenal adalah tongkat Paus Paulus VI dan piala Paus Yohanes Paulus II, sebagai kenang-kenangan tatkala berkunjung ke Indonesia. Museum gereja ini terbilang lengkap untuk menjelaskan tradisi Katolik.

10. Kota Tua Jakarta
Kota Tua Jakarta adalah salah satu tempat wisata di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Kota Jakarta dengan landmark Kota Tua adalah pesona wisata sejarah di Jakarta yang memberi banyak pengetahuan. Berbagai peninggalan masa lampau masih dapat Anda jumpai di kawasan yang selalu ramai saat akhir pekan ini. Juga, para pecinta fotografi akan selalu suka datang ke Kota Tua.

Ada sejumlah landmark historis di kawasan Kota Tua ini, seperti Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, dan Toko Merah. Tidak hanya tempat-tempat historis, Anda juga dapat menikmati pengalaman kuliner di Kota Tua Jakarta dengan singgah di Cafe Batavia atau Cafe Gazebo, serta aneka jajanan seperti gado-gado, soto, hingga kerak telor khas Jakarta.

11. Museum Nasional
Inilah salah satu destinasi wisata di Jakarta yang sarat akan pengetahuan sejarah. Di Museum Nasional, Anda dapat menjumpai sedikitnya 141.899 benda yang terhimpun dalam 7 jenis koleksi, yaitu prasejarah, arkeologi, keramik, numismtik-heraldik, sejarah, etnografi, dan geografi.
Museum Nasional dibuka setiap hari Selasa – Minggu, dari jam 8 pagi hingga 4 sore, saat weekend tutup hingga jam 5 sore. Anda dapat mengunjungi objek wisata Jakarta yang satu ini dengan membayar tiket masuk Museum Nasional sebesar Rp 5 ribu (dewasa) per orang atau Rp 2 ribu (anak-anak). Jika Anda dalam rombongan dengan minimum 20 orang, maka tiket masuk per orang dewasa adalah sebesar Rp 3 ribu dan anak-anak (TK – SMA) Rp 1.000. Turis asing dikenai biaya tiket masuk sebesar Rp 10 ribu per orang.

Monday, June 6, 2016

Wisata Sekitar Kota Palembang

Caramedian.blogspot.com - Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang sangat terkenal dengan tempat tempat wisatanya. Di Sumatera Selatan juga mempunyai beberapa tempat unggulan yang bisa anda kunjungi Ketika anda berkunjung ke tempat ini. Jika anda seorang Traveler dan sedang berkunjung ke Sumatera Selatan Mungkin tempat tempat ini bisa menjadi referensi untuk anda agar bisa menikmati liburan anda.
Tempat wisata terkenal di sekitar Kota Palembang
1. Goa Putri 

Gua Putri juga berlokasi di Desa Padang Rindu. Ketika anda berkunjung ke Goa ini anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah jika anda pecinta alam maka tempat yang satu ini sangat rekomendasi sekali untuk Anda kunjungi. 

2. Tanjung Setia 
 Satu lagi tempat wisata terkenal di Sumatera Selatan adalah Pantai Tanjung setia. Pantai Tanjung setia sudah terkenal sejak lama sebagai tempat wisata di Sumatera Selatan yang memberikan tempat surfing kelas dunia yang memukau. Pantai ini menjadi alternative bagi para pecinta selancar yang sudah bosan dengan pantai pelabuhan ratu di jawa Barat. Pantai ini memberikan ombak terbaik di dunia yang sangat menantang. Selain anda dapat menguji adrenalin anda dengan surfing, anda juga dapat menikmati panorama lainnya yang tidak kalah indah layaknya panorama pantai. Untuk mencapai tempat yang memukau ini, anda harus menempuhnya dengan jarak yang cukup jauh. Tempat ini berada sekitar 270 km dari Bandar Lampung yang membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk sampai di tempat ini. Akan tetapi, semua perjalanan tersebut akan terbayar dengan panorama pantai yang masih asri dan pengalaman surfing yang menegangkan dengan ombak yang menakjubkan. 

3. Air Terjun Bidadari 

Air Terjun Bidadari bisa anda jadikan tujuan wisata Anda yang akan berkunjung ke Kab. Lahat. Air Terjun Bidadari ini memiliki keunikan serta keindahan yang akan membuat pengunjungnya kagum dan tidak bosan menikmati wisata alam satu ini. Dari itulah objek wisata ini masuk dalam daftar tempat wisata terkenal di Sumatera Selatan. Cobalah untuk berwisata ke pedalaman di Sumatera Selatan, karena di sini banyak hal-hal menarik yang dapat anda temui.

4. Arung Jeram Sungai Manna 


Salah satu wisata terkenal di Sumatera Selatan adalah Arung Jeram Sungai Manna yang merupakan tempat wisata yang menawarkan tantangan arung jeram dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Sungai manna terletak di Kecamatan Tanjungsakti, sekitar 40 km dari kota Pagaralam. Sungai ini cukup lebar pada bagian awalnya, sedangkan 15 Km berikutnya jalur sungainya sempit, arusnya pun juga cukup deras dan bergemuruh, sehingga cukup menantang bagi Anda yang menggemari olah raga ini. Jalur sungai yang begitu jeram dengan dinding batuan padas pada pinggiran sungai, ditambah arus yang membentuk cekungan dan juga arus memutar. Dari kanan kiri terlihat tebing-tebing yang menawarkan pemandangan alam hutan hujan tropis.

7 Tempat Wisata Asyik di Kota Palembang

Caramedian.blogspot.com - Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang sangat terkenal dengan tempat tempat wisatanya. Di Sumatera Selatan juga mempunyai beberapa tempat unggulan yang bisa anda kunjungi Ketika anda berkunjung ke tempat ini. Jika anda seorang Traveler dan sedang berkunjung ke Sumatera Selatan Mungkin tempat tempat ini bisa menjadi referensi untuk anda agar bisa menikmati liburan anda.


Tempat wisata terkenal di Kota Palembang
1. Rumah limas
Rumah yang terdapat di salah satu mata uang negara kita ini merupakan salah satu rumah yang menjadi ciri khas dari Sumatera Selatan dengan segi arsitektur yang berbentuk panggung dan juga berbahan kayu, jika anda berkunjung ke Sumatera Selatan Tidak ada salahnya jika anda berkunjung ke rumah ini untuk mendapatkan pengalaman baru. Tak heran jika objek wisata ini masauk dalam daftar wisata terkenal di Sumatera Selatan.

2. Makam Ki Gede ing Suro
Makam Ki Gede ing Suro mempunyai lokasi di sekitar Kelurahan 1 Ilir tempat tersebut terdapat 8 buah bangunan yang berisi 38 kuburan Ketika anda berkunjung ke Sumatera Selatan dan ingin berziarah Tidak ada salahnya Anda mendatangi tempat ini

3. Hutan wisata Punti Kayu
Hutan wisata Punti Kayu terletak kurang lebih 7 km dari pusat Kota Sumatra Selatan dan tempat ini merupakan hutan yang dilindungi dan dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan di tempat ini anda akan menikmati udara yang sejuk dan juga segar yang masih sangat jauh dari polusi.

4. Masjid Agung Palembang
Palembang yang terkenal dengan pempeknya juga mempunyai tempat wisata yang sangat indah yaitu Masjid Agung Palembang. Jika anda ingin berwisata religi masjid yang satu ini wajib Anda kunjungi selain arsitekturnya yang sangat unik dan juga cukup bagus mesjid ini juga mempunyai pemandangan yang sangat indah dan juga merupakan tempat wisata terkenal di Sumatera Selatan. 5. Pulau Kemaro Tempat wisata paling terkenal di Palembang adalah Pulau Kemaro. Pulau ini merupakan sebuah pulau yang terletak di tengah Sungai Musi atau tapetnya sekitar 6 KM dari Jembatan Ampera. Terdapat sebuah vihara yang biasa dikunjungi oleh umat buddha ditengah salah satu tempat wisata di Palembang ini. Jika anda mengkaji sejarah maka anda pasti akan melihat jika pulau ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Tidak hanya sejarah pulau ini juga memiliki mitos yang sangat kuat.

6. Taman Bukit Siguntang
Bukit Seguntang atau kadang disebut juga Bukit Siguntang yang merupakan tempat wisata terkenal di Sumatera Selatan adalah sebuah bukit kecil setinggi 29—30 meter dari permukaan laut yang terletak sekitar 3 kilometer dari tepian utara Sungai Musi dan masuk dalam wilayah kota Palembang, Sumatera Selatan. Secara administratif situs ini termasuk kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Bukit ini berjarak sekitar 4 kilometer di sebelah barat daya pusat kota Palembang, dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum menuju jurusan Bukit Besar. Di lingkungan sekitar bukit ini ditemukan beberapa temuan purbakala yang dikaitkan dengan kerajaan Sriwijaya yang berjaya sekitar kurun abad ke-6 sampai ke-13 masehi. Di puncak bukit ini terdapat beberapa makam yang dipercaya sebagai leluhur warga Palembang. Oleh masyarakat setempat, kompleks ini dianggap keramat dan menjadi tempat tujuan ziarah. Kini Kawasan ini menjadi Taman Purbakala untuk menjaga artefak-artefak yang mungkin masih belum terungkap.

7. Benteng Kuto Besak
Dalam daftar ini Kuto Besak masuk dalam daftar tempat wisata terkenal di Sumatera Selatan. Objek wisata ini adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan internasional, serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara. Menandai perannya sebagai sultan, ia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru. Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengan arsitek yang tidak diketahui dengan pasti dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Semen perekat bata menggunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah dengan putih telur. Waktu yang dipergunakan untuk membangun Kuto Besak ini kurang lebih 17 tahun. Keraton ini ditempati secara resmi pada hari Senin pada tanggal 21 Februari 1797.

Saturday, May 7, 2016

AMPERA BRIDGE IN PALEMBANG

The bridge is in addition to its function as a liaison between Seberang Seberang Ulu and downstream separated by the Musi River as well as the tourist attractions, the Ampera Bridge is also a symbol of the city of Palembang.
Bridge shall be called the Golden Gate Indonesia, the Ampera bridge structure.
  • Length: 1117 meters
  • Middle section: 71.90 meters
  • Width: 22 meters
  • Height of Surface Water: 11.5
  • Tower height: 63 meters
  • A tower 75 meters
  • Weight: 944 tons
Ampera Bridge was built in April 1962, originally named the bridge Ampera Bridge Bung Karno. Dedication Bridge was in 1965 also reinforced the name Bung Karno as a bridge, while the Bridge Bung Karno is the longest bridge in Southeast Asia, because of the anti Bung Karno very strong then in 1966 the name of the bridge is replaced with the Ampera (Amanat Penderitan people) until now.
Privileges Ampera Bridge was once the Division of the bridge shall be adopted meant that ships passing through the Musi River does not collide with the body Bridge, weighting each pendulum reaches 500 tons, with a speed of lifting the pendulum of 10 meters per minute, while the bridge can be lifted vessel with a width of 60 meters and a height of 44.50 meters to the river Musi.
By reason of the appointment of the central part of the bridge is considered disturbing the flow of traffic on it then in 1970 in stopping the operation and in 1990 the pendulum weights on the bridge lowered.
And now the Ampera Bridge is one of the attractions in Palembang, therefore it feels incomplete if a visit to Palembang without stopping to look or take pictures in Ampera bridge, because the bridge has undergone many changes and now the Ampera Bridge in beautify with lights bridge adorn the body and light sparkling on the river Musi make us linger to enjoy the beauty of the pride of the citizens of Palembang, Indonesia.

Ampera Bridge is a tourist icon of Palembang, South Sumatra. The Ampera bridge and the Musi River divides the heart of Palembang community daily activities. At night time, the light is so beautiful decoration. Ampera Bridge is a bridge in the city of Palembang, South Sumatra Province, Indonesia. Ampera Bridge, which has become a sort of symbol of the city, located in the heart of the city, connecting Seberang Ulu and Ilir separated by the Musi River. Before the Ampera Bridge, people who want to go up or vice versa, simply hassle of having to cross the River Musi. With the Ampera Bridge, facilitate the daily activities surrounding communities. Ampera bridge has become a tourist icon of Palembang. Ampera Bridge length up to thousands of meters, beautiful architecture, and views of the bridge, which paved the Musi River, the main attraction of tourists to take pictures. When hungry, around the Musi River, which is located under the bridge could be your culinary tourism destination. There are various special menu Palembang, such as for pizza and much more. The beauty of the bridge Ampera will feel perfectly at night. Dozens of beautiful lights that will decorate the bridge, guaranteed to make you stunned. View special obligation enshrined in the camera. Not a few tourists who spent the night with a photo or enjoy light the lamp.

for you blogger to get 1000 visitor click http://www.maxvisits.com/ free!

Tuesday, May 3, 2016

PONDOK PESANTREN AL–ASHRIYYAH NURUL IMAN

Pada awal terjadinya krisis moneter, banyak sekali kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Terjadinya kasus semanggi pada tanggal 12 Mei 1998 menyebabkan jatuh dan terpuruknya perekonomian bangsa Indonesia. Di saat itu As Syekh Habib Saggaf Bin Mahdi Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim yang masih bertempat tinggal di kawasan perumahan Bintaro Jaya merasa prihatin dan sedih dengan hal tersebut. Semakin banyaknya para remaja yang putus sekolah serta tidak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yang disebabkan krisis moneter serta terjadinya krisis moral dimana-mana, menjadikan beliau bersikeras mendirikan suatu lembaga pendidikan gratis demi meringankan beban bagi mereka yang tidak mampu, umumnya bangsa Indonesia. Sehingga dengan tekad dan kemauan beliau yang mulia tersebut, beliau rela meninggalkan kota metropolitan dan mengambil keputusan untuk menetap di desa. Beliau akhirnya pindah ke Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, Jawa Barat Desa yang penduduknya dibawah garis kemiskinan yang mayoritas penghasilan mereka hanya mengandalkan penjualan daun melinjo serta ikan air tawar. Kemudian, mulailah Beliau membangun sebuah Pondok Pesantren. Dengan disaksikan para undangan dari Pejabat Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor, para Pejabat Tinggi Negara Republik Indonesia dan juga Duta Besar Negara-Negara Arab, Brunei Darussalam, Singapura dan Malaysia, maka “Peletakkan Batu Pertama” Pendirian Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 1998 di atas lahan 17 (tujuh belas) hektare. Diawali dengan peresmian peletakkan batu pertama pendirian Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, maka dalam operasionalnya, Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman mendapatkan rekomendasi dari Kepala Desa Waru Jaya dan Camat Kecamatan Parung Kabupaten Bogor tertanggal 10 Gedung sekolah santri putri Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman Maret 1999, serta telah didaftarkan pada kantor Departemen Agama Kabupaten Bogor sejak tanggal 12 Maret 1999 dengan nomor : MI-10/1/PP/007/825/1999, maka dicatatlah akte pendirian Pondok PesantrenAl-Ashriyyah Nurul Iman tanggal 25 Maret 1999 No. 7 dihadapan Notaris Lasmiati Sadikin, SH. Pada mulanya para santri menetap di asrama belakang rumah beliau, namun karena makin banyaknya santri yang berminat maka dibangunkan sebuah kobong (bangunan dari bambu) yang berukuran 4 X 5 meter di areal tanah yang awalnya sebuah hutan semak belukar dan rumput ilalang. Hari ke hari semakin banyak santri yang berminat hingga kobong tersebut tidak lagi mencukupi untuk di tempati. Mulailah beliau membangun gedung asrama di samping kobong tersebut, mulai dari dari pembangunan gedung H. Isya dengan luas 15x12 M2 pada tahun 2000. Asrama memberikan pandangan baru dalam pat tinggal para santri yang mayoritas hanya maklum adanya, dengan adanya bangunan baru tersebut untuk mereka, membuat penambahan kesemangatan dalam belajar mereka. Namun, perkembangan tak putus begitu saja, dari tahun ketahun prioritas perkembangan jumlah para santri begitu drastis yang pada akhirnya muncul asrama-asrama baru yang menjadi objek penampungan para santri seperti asrama Gandhi seva loka dengan luas 15x12 M2, lalu disusul dengan di bangunnya asrama jadid dengan luas 15x12 M2 masih pada tahun 2000. memang pada halnya, sebagai pengemban tugas para santri di tuntut untuk memproyektifitikan keseharian mereka antara pengembangan ilmu akhirat sebagai program utama pada bidang pendidikan pondok pesantren, dengan IPTEK sebagai pendamping projek mereka didunia, maka di bangun kembali satu tempat ibadah untuk para santri dengan luas 32.5x9.50 M2, di depan pintu gerbang pondok Mulai dari sinilah perkembangan demi perkembangan terlihat. Terbukti dari munculnya asrama-asrama baru di lingkungan perkomplekan pondok pesantren yang menjadi pemandangan baru di wilayah perkomplekan putra dan putri yaitu asrama Hanif (perkomplekan putra) dengan luas 12x6 M2, asrama H. Kosim (perkomplekan putra) dengan luas 12x6 M2, asrama Olga Fatma (perkomplekan putra) dengan luas 20x12 M2, asrama Anwariyyah (perkomplekan putra) dengan luas 56x12 M2,tiga local asrama (perkomplekan putri), asrama dengan tiga belas kamar (perkomplekan putri), gedung belajar tingkat dua (perkomplekan putri) dan dua tempat ibadah (Masjid) diarea perkomplekan putra dengan luas 36x36 M2 dan putri dengan luas30x30 M2.
Kondisi Fisik Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman
Tempat yang menjadi pesantren tersebut sangatlah luas , bahkan pesantren itupun juga memiliki tanah beberapa hektar, tanah tersebut hasil dari penjualan roti dan air minum yang bernama DINTIKU (Air Cantik), bahkan santri tersebut dibekali do’a anti peluru, dan diminta untuk membuat senjata terdiri dari pentungan kayu dan alat-alat bela diri lainnya,Di samping itu juga, santri yang ada di pesantren tersebut tergolong banyak, bahkan mencapai kurang lebih 12.000.000 santri, yang berasal dari sabang sampai meroeke. gedung/bangunan yang masih kokoh, dan santriwan-santriwati tiap tahunnya bertambah.