Monday, June 6, 2016

7 Tempat Wisata Asyik di Kota Palembang

Caramedian.blogspot.com - Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang sangat terkenal dengan tempat tempat wisatanya. Di Sumatera Selatan juga mempunyai beberapa tempat unggulan yang bisa anda kunjungi Ketika anda berkunjung ke tempat ini. Jika anda seorang Traveler dan sedang berkunjung ke Sumatera Selatan Mungkin tempat tempat ini bisa menjadi referensi untuk anda agar bisa menikmati liburan anda.


Tempat wisata terkenal di Kota Palembang
1. Rumah limas
Rumah yang terdapat di salah satu mata uang negara kita ini merupakan salah satu rumah yang menjadi ciri khas dari Sumatera Selatan dengan segi arsitektur yang berbentuk panggung dan juga berbahan kayu, jika anda berkunjung ke Sumatera Selatan Tidak ada salahnya jika anda berkunjung ke rumah ini untuk mendapatkan pengalaman baru. Tak heran jika objek wisata ini masauk dalam daftar wisata terkenal di Sumatera Selatan.

2. Makam Ki Gede ing Suro
Makam Ki Gede ing Suro mempunyai lokasi di sekitar Kelurahan 1 Ilir tempat tersebut terdapat 8 buah bangunan yang berisi 38 kuburan Ketika anda berkunjung ke Sumatera Selatan dan ingin berziarah Tidak ada salahnya Anda mendatangi tempat ini

3. Hutan wisata Punti Kayu
Hutan wisata Punti Kayu terletak kurang lebih 7 km dari pusat Kota Sumatra Selatan dan tempat ini merupakan hutan yang dilindungi dan dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan di tempat ini anda akan menikmati udara yang sejuk dan juga segar yang masih sangat jauh dari polusi.

4. Masjid Agung Palembang
Palembang yang terkenal dengan pempeknya juga mempunyai tempat wisata yang sangat indah yaitu Masjid Agung Palembang. Jika anda ingin berwisata religi masjid yang satu ini wajib Anda kunjungi selain arsitekturnya yang sangat unik dan juga cukup bagus mesjid ini juga mempunyai pemandangan yang sangat indah dan juga merupakan tempat wisata terkenal di Sumatera Selatan. 5. Pulau Kemaro Tempat wisata paling terkenal di Palembang adalah Pulau Kemaro. Pulau ini merupakan sebuah pulau yang terletak di tengah Sungai Musi atau tapetnya sekitar 6 KM dari Jembatan Ampera. Terdapat sebuah vihara yang biasa dikunjungi oleh umat buddha ditengah salah satu tempat wisata di Palembang ini. Jika anda mengkaji sejarah maka anda pasti akan melihat jika pulau ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Tidak hanya sejarah pulau ini juga memiliki mitos yang sangat kuat.

6. Taman Bukit Siguntang
Bukit Seguntang atau kadang disebut juga Bukit Siguntang yang merupakan tempat wisata terkenal di Sumatera Selatan adalah sebuah bukit kecil setinggi 29—30 meter dari permukaan laut yang terletak sekitar 3 kilometer dari tepian utara Sungai Musi dan masuk dalam wilayah kota Palembang, Sumatera Selatan. Secara administratif situs ini termasuk kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Bukit ini berjarak sekitar 4 kilometer di sebelah barat daya pusat kota Palembang, dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum menuju jurusan Bukit Besar. Di lingkungan sekitar bukit ini ditemukan beberapa temuan purbakala yang dikaitkan dengan kerajaan Sriwijaya yang berjaya sekitar kurun abad ke-6 sampai ke-13 masehi. Di puncak bukit ini terdapat beberapa makam yang dipercaya sebagai leluhur warga Palembang. Oleh masyarakat setempat, kompleks ini dianggap keramat dan menjadi tempat tujuan ziarah. Kini Kawasan ini menjadi Taman Purbakala untuk menjaga artefak-artefak yang mungkin masih belum terungkap.

7. Benteng Kuto Besak
Dalam daftar ini Kuto Besak masuk dalam daftar tempat wisata terkenal di Sumatera Selatan. Objek wisata ini adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan internasional, serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara. Menandai perannya sebagai sultan, ia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru. Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengan arsitek yang tidak diketahui dengan pasti dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Semen perekat bata menggunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah dengan putih telur. Waktu yang dipergunakan untuk membangun Kuto Besak ini kurang lebih 17 tahun. Keraton ini ditempati secara resmi pada hari Senin pada tanggal 21 Februari 1797.

0 komentar:

Post a Comment