MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V MI NURUL IMAN 3 LUBUK SEBERUK OKI DALAM
POKOK BAHASAN MENGHITUNG
LUAS BANGUN DATAR SEDERHANA MELALUI METODE
KERJA KELOMPOK “
A. Latar Belakang
Masalah
Memasuki
era globalisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan
informasi menjadikan mata pelajaran matematika sangat penting sekali. Mata
pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari
sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis,
analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama.
Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan
memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada
keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif.
Namun pada
kenyataannya pembelajaran matematika di MI Nurul Iman 3 khususnya kelas 5, mata
pelajaran matematika masih menjadi mata pelajaran yang menakutkan, karena pola
pikir anak pedesaan yang memandang bahwa pembelajaran matematika adalah sesuatu
hal yang sulit, mereka dituntut untuk mampu berthitung, menghapal, sampai
memecahkan masalah tentang sebuah hal yang pasti dengan jawaban yang pasti juga
atau tidak dapat dikarang.
Disamping
itu, dalam proses pembelajaran guru masih terpaku pada proses pembelajaran yang
konvensional, mereka menganggap bahwa anak didik adalah seseorang yang harus di
takut-takuti agar guru dihormati. Pada dasarnya guru khususnya di MI Nurul Iman
3 belum sepenuhnya memahami tentang pola pembelajaran yang baik yang mengarah
kepada pembelajaran
aktif, kreatif,
efektif, dan menyenangkan.
Guru di MI
Nurul Iman 3 belum memahami pendekatan pemecahan masalah yang merupakan fokus
dalam pembelajaran matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi
tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal, dan masalah dengan
berbagai cara penyelesaian. Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
perlu dikembangkan keterampilan memahami masalah, membuat model matematika,
menyelesaikan masalah, dan menafsirkan solusinya. Dalam setiap kesempatan,
pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai
dengan situasi (contextual problem). Dengan mengajukan masalah kontekstual,
peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika.
Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan menggunakan
teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga, atau media
lainnya.
Pemilihan
model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum dan potensi peserta
didik merupakan kemampuan dan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang
guru. Upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran
matematika telah banyak dilakukan seperti adanya sosialisasi kurikulum,
pengadaan buku paket, menerapkan strategi dari model pembelajaran, pemberian
motivasi, penambahan jam pelajaran dan sebagainya. Salah satu model
pembelajaran matematika dengan pokok bahasan menggunakan pecahan dalam
pemecahan masalah yaitu menggunakan metode kerja kelompok, hal ini dipandang
tepat karena peserta didik dapat melakukan kerjasama dalam pembelajaran yang
berprinsip Contextual Teaching and Learning (CTL), sehingga peserta didik dalam
belajar dapat menemukan sesuatu sendiri (inquiry), bertanya dengtan temannya
(questioning), melakukan sesuatu sesuai dengan konstruksi (constructivism),
melakukan masyarakat belajar (learning community), melakukan pengumpulan data
(authentic assessment), merefleksikan kemampuannya (reflection), dan melakukan
pemodelan (modelling). Pada metode kerja kelompok guru bukan lagi berperan
sebagai satu-satunya nara sumber dalam pembelajaran, melainkan berperan sebagai
mediator, stabilisator dan manajer pembelajaran. Iklim belajar yang berlangsung
dalam suasana keterbukaan dan demokratis akan memberikan kesempatan yang
optimal bagi peserta didik untuk memperoleh informasi yang lebih banyak
mengenai materi yang diajarkan dan sekaligus melatih sikap dan keterampilan
sosialnya sebagai bekal dalam kehidupannya di masyarakat, sehingga perolehan
dan hasil belajar akan semakin meningkat. Di dalam metode kerja kelompok,
suasana pembelajaran berlangsung secara terbuka dan demokratis antara guru
dengan peserta didik dan peserta didik dengan peserta didik sehingga lebih
memungkinkan pengembangan nilai, sikap, moral dan keterampilan peserta didik.
Disamping itu, iklim belajar mengajar yang berkembang akan merangsang dan
meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar terutama bagi peserta didik
di sekolah dasar. Upaya guru dalam membentuk kelompok merupakan bentuk kegiatan
yang dianggap tepat untuk membantu meningkatkan aktivitas belajar peserta didik.
Dengan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran diharapkan peserta didik
mampu dan menyadari bahwa dirinya mempunyai potensi yang bisa dikembangkan
melalui kerja kelompok. Karena melalui aktivitas belajar tersebut peserta didik
dituntut untuk berperan aktif dan disiplin yang tinggi, dan dalam aktivitas kerja
kelompok diharapkan dapat tercipta situasi dan kondisi belajar yang dinamis
untuk mendorong peserta didik berprestasi. Sehingga di dalam aktivitas kerja
kelompok peserta didik akan menemukan bentuk-bentuk atau teori-teori belajar baru
yang dianggap cocok dan pas untuk dikembangkan sesuai dengan potensinya
sendiri.
Berpijak
pada paparan di atas, maka diharapkan dengan menggunakan metode kerja kelompok dalam
pembelajaran matematika pada pokok bahasan Menghitung
luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah pada
peserta didik kelas V MI Nurul Iman 3 Lubuk Seberuk OKI dapat meningkat secara
signifikan.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dapat dikemukakan sebagai
berikut: “bagaimana meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran matematika
pada pokok bahasan Menghitung luas bangun datar sederhana
peserta
didik kelas V MI Nurul Iman 3 Lubuk Seberuk OKI melalui metode kerja kelompok”
?
C.
Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian
Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pokok bahasan Menghitung
luas bangun datar sederhana dan menggunakannya dalam pemecahan masalah peserta
didik kelas V MI Nurul Iman 3 Lubuk
Seberuk OKI melalui Metode kerja kelompok.
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berarti khususnya dalam
pembelajaran matematika pada jenjang MI/SD.
1. Bagi peserta didik
a. Untuk
meningkatkan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar.
b. Siswa
akan lebih dapat menguasai materi yang disampaikan.
c. hasil
belajar siswa lebih meningkat.
2. Bagi guru
a. Dapat menambah pengetahuan mengenai strategi
pembelajaran yang bervariasi yang dapat memperbaiki dan meningkatkan sistem pembelajaran
di kelas. Sehingga permasalahan yang dihadapi baik oleh peserta didik maupun
guru dalam pembelajaran dapat diminimalkan.
b. Membentuk guru yang professional
3. Bagi sekolah
Memperbaiki sistem
pembelajaran yang selama ini berlaku
D. Kajian
Pustaka
Penelitian
dan penulisan karya ilmiah yang berkaitan dengan penelitian ini antara lain :
penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Rifa`i , S. Pd. I yang berjudul “Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar
Siswa kelas VII MTs. Nurul Iman Lubuk Seberuk Melalui Permainan Card Sort”.
Fokus dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan media dalam
meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa di MTs. Nurul Iman Desa Lubuk
Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten OKI.
Kemudian
penelitian yang dilakukan Untung Markuat, S. Pd. I yang berjudul “ Upaya Pemahaman siswa terhadap konsep
Matematika pada penjumlahan pecahan dengan Metode Tanya Jawab” di SDN 2
Tugumulyo Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir, ditulis pada Tahun
2009, dengan menggunakan metode Tanya jawab, Ia menyimpulkan bahwa : “Keberanian siswa dapat ditingkatkan dengan
cara memberikan kesempatan untuk mendemontrasikan suatu materi”.
Selanjutnya
penelitian yang dilakukan oleh Narko, S. Pd. I di SD Negeri 2 Tugumulyo yang
berjudul ““Penggunaan Metode Demonstrasi
Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa Dalam
Mengidentifikasi Sifat-Sifat Bangun Datar Di Kelas V SD Negeri 2 Tugumulyo”. Fokus
dari penelitian ini adalah penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan
hasil belajar siswa di SD Negeri 2 Tugumulyo Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI.
Sedangkan dalam penelitian ini memfokuskan
pada penggunaan metode kerja kelompok dalam pembelajaran untuk meningkatkan
hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pokok bahasan menghitung
luas bangun datar sederhana di kelas V MI Nurul Iman 3 Lubuk Seberuk Lempuing
Jaya OKI, jadi penelitian ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya.
E. Kerangka
Teori
1. Pengertian
Metode Pembelajaran
Pembelajaran
merupakan kegiatan yang bertujuan, yang banyak melibatkan aktivitas siswa dan
aktivitas pendidik. Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan adanya metode
mengajar yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam
kegiatan proses belajar mengajar seorang pendidik memerlukan penggunaan metode
yang bervariatif. Pemilihan metode tersebut harus disesuaikan dengan materi dan
keadaan peserta didik serta sarana dan prasarana yang mendukung.
Metode
berarti cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan
guna mencapai tujuan yang ditentukan, metode dapat juga diartikan sebagai cara
yang digunakan pendidik dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada
saat berlangsungnya pengajaran. Dengan demikian, metode pembelajaran merupakan
alat dan wasilah untuk mengantarkan pesan yang akan disampaikan kepada peserta
didik dalam proses belajar mengajar.
Menurut
Udin S. Winataputra Metode mengajar merupakan cara atau teknik yang digunakan
pendidik dalam melakukan interaksi dengan siswa pada saat proses pembelajaran
berlangsung.
2.
Metode
Kerja Kelompok
Menurut Munjin Nasih dan Nur Kholidah metode
kerja kelompok merupakan pembelajaran yang mengkondisikan kelas yang terdiri
dari kesatuan individu-individu anak didik yang memiliki potensi beragam untuk
bekerjasama.
Zakiah Daradjat memandang kerja kelompok adalah cara mengajar dengan
membagi-bagi anak didik dalam kelompok-kelompok untuk memecahkan suatu masalah
atau untuk menyerahkan suatu pekerjaan yang perlu dikerjakan bersama-sama.
Sedangkan menurut Robert L. Cilstrap dalam
Roestiyah, 2008 memberikan pengertian kerja kelompok sebagai kegiatan kelompok
siswa
yang
biasanya berjumlah kecil, yang diorganisir untuk kepentingan belajar.
Dari pendapat diatas dapat diambil kesimpulan
bahwa metode kerja kelompok adalah suatu cara mengajar dimana siswa dibagi ke
dalam kelompok-kelompok kecil yang diorganisir untuk memecahkan masalah atau
pekerjaan tertentu, dan berusaha mencapai tujuan pengajaran yang telah
ditentukan.
3. Hasil belajar
Hasil belajar adalah suatu perubahan yang
terjadi pada anak didik setelah terjadinya proses pembelajaran. Dalam bukunya
Djamarah dan Zain menegaskan bahwa dalam menyatakan proses belajar dikatakan
berhasil, setiap guru memiliki pandangan masing-masing sejalan dengan
filsafatnya. Berdasarkan kurikulum suatu proses belajar mengajar dikatakan
berhasil apabila tujuan intruksional khususnya dapat dicapai. Untuk mengukur
dan mengevaluasi tingkat keberhasilan belajar tersebut dapat dilakukan melalui tes
prestasi belajar.
Hasil belajar dapat dilihat dari melihat
hasil ulangan harian, nilai ulangan tengah semester, nilai semester. Dalam
penelitian tindakan kelas ini yang dimaksud hasil belajar siswa adalah hasil
nilai ulangan harian yang diperoleh siswa dalam mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan. Ulangan harian minimal dilaksanakan tiga kali dalam setiap
semseter. Ulangan harian dilakukan setiap selesai proses pembelajaran dalam
satuan bahasan atau kompetensi tertentu.dalam ulangan harian terdiri dari
seperangkat soal yang harus di jawab oleh peserta didik. tujuan ulangan harian
adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa, memperbaiki program
pembelajaran siswa serta sebagai pertimbangan dalam nilai bagi para peserta
didik.
4.
Bangun
Datar
Bangun
datar merupakan bangun dua dimensi. Maksudnya adalah tidak memiliki ruang hanya
sebuah bidang datar saja. Jenis bangun datar bermacam-macam, antara lain
persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang, segi lima, layang-layang,
belah ketupat, trapesium dan lingkaran.
Lingkaran
adalah himpunan semua titik pada bidang dalam jarak tertentu, yang disebut
jari-jari, dari suatu titik tertentu, yang disebut pusat.
Jajar Genjang adalah suatu bangun datar yang terbentuk oleh segitiga dengan
bayangannya jika diputar setengah putaran pada salah satu sisi yang
dimilikinya.
Persegi
adalah bangun datar yang memiliki empat buah sisi sama panjang. Belah Ketupat
adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh empat buah rusuk yang sama
panjang, dan memiliki dua pasang sudut bukan siku-siku yang masing-masing sama
besar dengan sudut di hadapannya.
Persegi Panjang adalah bangun datar mirip bujur sangkar namun dua sisi yang
berhadapan lebih pendek atau lebih panjang dari dua sisi yang lain. Dua sisi
yang panjang disebut panjang, sedangkan yang pendek disebut lebar.
Layang-layang
adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang
masing-masing pasangannya sama panjang dan saling membentuk sudut.
Segitiga
adalah nama suatu bentuk yang dibuat dari tiga sisi yang berupa garis lurus dan
tiga sudut. Segilima adalah bangun datar dengan 5 sisi yang sama panjang.
Trapesium
adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh empat buah rusuk yang dua
diantaranya saling sejajar namun tidak sama panjang.
F.
Metodologi
Penelitian
1.
Subjek Penelitian
Kegiatan penelitian akan dilaksanakan di MI
Nurul Iman 3 Kelas V, mata pelajaran Matematika Semester II, yang akan
dilaksanakan mulai tanggal 10 Februari sampai dengan 10 Juni 2011.
Dalam pembelajaran Matematika di Kelas V,
hasil pembelajaran siswa belum memuaskan. Hal ini dibuktikan bahwa nilai mata
pelajaran matematika siswa pada pokok bahasan Menggunakan pecahan dalam
pemecahan masalah masih 40 % yang belum mencapai criteria ketuntasan minimal
atau KKM yaitu 5,65.
Berdasarkan pengamatan proses pembelajaran
pada mata pelajaran Matematika diperoleh petunjuk dan data hasil belajar siswa masih
belum dapat mencapai ketuntasan dalam belajar, yakni masih rendahnya hasil
belajar yang diperoleh siswa setelah diadakan evaluasi.
2.
Deskripsi
per Siklus :
Pelaksanaan kegiatan Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) akan dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4
tahapan kegiatan yaitu : 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Observasi, da 4)
Refleksi.
a.
Perencanaan
Dalam melaksanakan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) agar mencapai tujuan pembelajaran yang
diinginkan maka perlu adanya persiapan-persiapan seperti :
1. Membuat
rencana perbaikan pembelajaran
2. Menyiapkan
media pembelajaran
3. Membuat
lembar observasi
4. Menyiapkan
alat evaluasi
b.
Pelaksanaan
Kegiatan pelaksanaan pada siklus 1 dan 2
seperti pada scenario pembelajaran dibawah ini :
1) Kegiatan
Pendahuluan (10 menit)
a) Apersepsi
dan motivasi siswa untuk membangkitkan semangat siswa dalam belajar.
b) Membagi
siswa dalam 4 kelompok, masing-masing 5 siswa.
2) Kegiatan
inti (40 menit).
a) Menjelaskan
materi pembelajaran.
b) Menjelaskan
tentang tata cara kerja kelompok
c) Membagi
LKS kepada masing-masing kelompok
d) Membimbing
kelompok dalam kerja kelompok
e) Menilai
hasil kerja kelompok
f) Mengadakan
Tanya jawab berdasarkan hasil kerja kelompok
g) Menarik
kesimpulan dan member penguatan
3) Kegiatan
penutup (20 menit)
a) Merangkum
hasil kesimpulan yang disampaikan oleh guru
b) Review
terhadap hasil pembelajaran
c) Post
tes untuk mengukur kondisi terakhir siswa setelah diberi tindakan
d) Penugasan
c.
Pengamatan
Pada saat penelitian kelas sedang
dilaksanakan maka peneliti kolaborator atau teman sejawat mengadakan observasi
sebagimana tugasnya masing-masing. Adapun hal-hal yang menjadi fokus observasi
adalah :
1. Keaktifan
siswa dalam kelompoknya
2. Hasil
belajar siswa setelah diadakan evaluasi.
3. Kesesuaian
skenario pembelajaran dengan pelaksanaan tindakan.
d. Refleksi
Refleksi yang
dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan tindakan yang telah
dilakukan sehingga dapat di jadikan patokan untuk perbaikan tindakan pada
siklus berikutnya. Setelah diperoleh hasil refleksi dari siklus I kemudian
dilanjutkan implementasi pada siklus II.
G.
Sistematika
Pembahasan
Penulisan PTK ini dibagi dalam beberapa bagian, hal ini
dilakukan agar mudah memahami dalam membaca PTK ini, adapun sistematika PTK ini
sebagai berikut:
1. Bagian
awal
Pada bagian awal PTK ini terdiri dari halaman judul,
Pengesahan, Persetujuan Tim Penguji, abstrak, kata pengantar, daftar isi,
daftar tabel, dan daftar lampiran.
2. Bagian
isi
Pada bagian ini yang merupakan bagian pokok PTK terdiri
dari lima bab sebagai berikut:
Bab I yaitu pendahuluan mengupas tentang latar belakang
masalah, permasalahan, tujuan dan kegunaan penelitian, Kajian Pustaka, Kerangka
teori, metodologi penelitian, dan sistematika pembahasan. Bab II yaitu landasan
teori penelitian tentang teori-teori yang mendukung dalam pelaksanaan
penelitian, kerangka pikir, dan hipotesis tindakan. Bab III yaitu tentang setting
wilayah penelitian berisi tentang lokasi penelitian, subjek penelitian, dan prosedur
kerja dalam penelitian.Bab IV berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan,
dan BAB V berisi Simpulan dan Saran.
3. Bagian
akhir
Pada bagian ini yang merupakan bagian pendukung penulisan
PTK terdiri dari daftar pustaka, dan lampiran-lampiran
H.
DAFTAR
PUSTAKA
Daradjat,
Zakiyah, Metodik Khusus Pengajaran Agama
Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Harto, Kasinyo et. al, Metodologi Pembelajaran Berbasis Active Learning, Palembang:
Grafika Telindo Pers. 2009.
Mulyasa, E, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Bandung:
Rosdakarya. 2008.
Nasih,
Ahmad Munjin dan Kholidah, Lilik Nur, Metode
dan Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Bandung : Refika Aditama,
2009.
Roestiyah,
N.K. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta
: Rineka Cipta, 2008
Wardani, IGAK dan Kuswaya Wirahit, Penelitian Tindakatan Kelas, Jakarta: UT
PGSD, 2008.
Winataputra, Udin.S, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: UT PGSD. 2004.
Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta : Bumi Aksara. 2008
Jihad, Asep, Pengembangan Kurikulum Matematika, Yogyakarta : Multi Presindo,
2008
I. Jadwal
Penelitian
No
|
KEGIATAN
|
MINGGU
KE……..
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
Perencanaan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Proses pembelajaran
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Evaluasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Pengumpulan Data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Analisis Data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Penyusunan Hasil
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
Pelaporan Hasil
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Udin.S Winataputra, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: UT
PGSD. 2004), Hlm. 4.