Monday, April 25, 2016

ISTANA KEPRESIDENAN YOGYAKARTA



Sajarah  Berdirinya Istana kepresidenan Yogyakarta
Istana kepresidenan di Yogyakarta ini awalnya adalah rumah kediaman resmi residen Ke-18 di Yogyakarta (1823-1825). Ia seorang Belanda bernama Anthonie Hendriks Smissaert, yang sekaligus merupakan penggagas atau pemrakarsa pembangunan Gedung Agung ini. Gedung ini didirikan pada bulan Mei 1824 di masa penjajahan Belanda. Ini berawal dari keinginan adanya "istana" yang berwibawa bagi residen-residen Belanda. Arsiteknya bernama      A, Payen; dia ditunjuk oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada masa itu. Gaya bangunannya mengikuti arsitektur Eropa yang disesuaikan dengan iklim tropis.
Pecahnya Perang Diponogero (1825-1830), yang oleh Belanda disebut Perang Jawa, mengakibatkan pembangunan gedung jadi tertunda. Musibah / gempa bumi terjadi dua kali pada hari yang sama, menyebabkan tempat kediaman resmi residen Belanda itu runtuh. Namun bangunan baru didirikan dan rampung pada tahun 1869. Bangunan inilah yang menjadi Gedung Induk Kompleks Istana Kepresidenan Yogyakarta, yang kini disebut Gedung Negara.
Riwayat Gedung Agung itu menjadi sangat penting dan sangat berarti takkala pemerintahan Republik Indonesia hijrah dari Jakarta ke Yogyakarta. Pada tanggal 6 Januari 1946, Yogyakarta yang mendapat julukan Kota Gudeg tersebut resmi menjadi ibukota baru Republik Indonesia yang masih muda, dan istana itu pun berubah menjadi Istana Kepresidenan sebagai kediaman Presiden Soekarno, Presiden I Republik Indonesia, beserta keluarganya. Sementara Wakil Presiden Mohammad Hatta dan keluarga ketika itu tinggal di gedung yang sekarang ditempati Korem 072 / Pamungkas, yang tidak jauh dari kompleks istana.
Sejak itu, riwayat istana (terutama fungsi dan perannya) berubah. Pelantikan Jenderal Soedirman sebagai Panglima Besar TNI (pada tanggal 3 Juni 1947), diikuti pelantikan sebagai Pucuk Pimpinan Angkatan Perang Republik Indonesia (pada tanggal 3 Juli 1947), serta lima Kabinet Rebulik yang masih muda itu pun dibentuk dan dilantik di Istana ini pula.
Pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948, Yogyakarta digempur oleh tentara Belanda di bawah kepemimpinan Jenderal Spoor. Peristiwa yang dikenal dengan Agresi Militer II itu mengakibatkan Presiden, Wakil Presiden, Perdana Menteri, beserta beberapa pembesar lainnya diasingkan ke luar Pulau Jawa, tepatnya ke Brastagi dan Bangka, dan baru kembali ke Yogyakarta pada tanggal 6 Juli 1949. Mulai tanggal tersebut, istana kembali berfungsi sebagai tempat kediaman resmi Presiden. Namun, sejak tanggal 28 Desember 1949, yaitu dengan berpindahnya Presiden ke Jakarta, istana ini tidak lagi menjadi kediaman Presiden.
Sebuah peristiwa sejarah yang tidak dapat diabaikan adalah fungsi Gedung Agung pada awalnya berdirinya Republik Indonesia (tanggal 3 Juni 1947). Pada saat itu Gedung Agung berfungsi sebagai tempat pelantikan Jenderal Soedirman, selaku Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain itu, selama tiga tahun (1946-1949), gedung ini berfungsi sebagai tempat kediaman resmi Presiden I Republik Indonesia.

2.4.2     Kondisi Fisik Istana Kepresidenan Yogyakarta

Keadaan lokasi yang menjadi istana presiden di Yogyakarta sudah sangatlah baik, bahkan bangunannya tersusun rapi, selain itu tempat nya sungguh bersih jadi dapat menciptakan kenyamanan bagi pengunjung, namun yang dapat memasuki istana tersebut hanyalah anak-anak/siswa-siswi sekolah, karena istana tersebut pusat pertemuan antara mentri-mentri, pejabat-pejabat, dalam negri maupun luar negri.

Bagian-bagian bangunan istana kepresidenan yogyakarta saat ini tidak banyak berubah, baik dari gedung induknya, gedung agung, maupun bangunan wisma-wisma.

2.4.3     Komentar Penulis

Istana presiden Yogyakarta tempat yang sangat bersejarah, dan patut untuk dirawat dan dijaga, karena agar tidak menghilangkan kenyamanan untuk para tamu undangan yang datang keistana tersebut, untuk itu kita harus berpatisipasi dalam melestarikan istana tersebut.

Istana presiden Yogyakarta memang sangat bagus dan indah, saya lihat dari awal masuk pintu gerbang istana memang sangat bagus dan bersih, taman-taman yang indah, serta terdapat tempat untuk menitipkan barang-barang pengunjung.

0 komentar:

Post a Comment